Jurai: Perjuangan Hidup Demi Perubahan

SO_BUKU_JURAIJudul Jurai: Kisah Anak-Anak Emak di Setapak Impian

Penulis Guntur Alam

Edisi Cetakan I, Maret 2013

Jumlah Halaman 306 halaman

Penerbit PT Gramedia

Catuk, seorang anak laki-laki yang seharusnya menanggung beban keluarga setelah Ebah (bapak) nya meninggal dunia. Anak yang masih menginjak kelas 5 SD ini, belum mampu untuk menjadi tulang punggung keluarga. Kecuali, ia lahir lebih dulu dari ayuk-ayuknya (kakak perempuan).

Masalah semakin pelik mengingat dua ayuknya yang kembar, Heni dah Ivo, sebentar lagi akan menghadapi ebtanas SMP. Serta Wiwik yang juga akan naik ke kelas 2 SMP. Dan mereka harus membayar uang sekolah. Akhirnya Emak lah yang harus banting tulang untuk membiayai hidup mereka.

Sulit untuk bangkit dari kenyataan perih. Bagai luka ditaburi garam. Itulah yang dirasakan keluarga yang tinggal di Dusun Tanah Abang ini. Limas (rumah) mereka penuh dengan kesibukan tiga hariannya Ebak. Hingga sampai empat puluh hariannya.

Belum selesai mengobati rasa sakit, Emak dihadapkan dengan beberapa kenyataan pahit. Tentang rahasia kematian Ebak. Dan Emak tidak mau melanjutkan pekerjaan Ebak menyadap getah di kebun Toke Nagap. Terjadi kegundahan di limas itu. Bagaimana kelanjutan hidup mereka, makan, sekolah, dan keperluan dirumah.

Lagi-lagi luka yang belum tertutup, teriris kembali. Fakta mengejutkan semakin membuat si Anak Bujang menyesal mengapa ia dilahirkan paling terakhir. Itulah yang menimbulkan fakta pahit yang harus ditelan mentah-mentah.

Masalah kembali datang menghantui. Perbedaan gender di novel ini yang sering menjadi permasalahan. Perempuan hanya boleh sekolah sampai SMP. Namun Emak tidak sependapat. Akibat dari rasa sakit yang ia rasakan, ia terus berjuang sampai impian anak-anaknya tercapai.

Tak hanya air mata yang hadir dalam novel ini. Pembaca juga disuguhkan dengan kisah persahabatan antara teman-teman Catuk. Percintaan segitiga antara Ci Rika, Kus, dan Gunawan. Kita juga bisa terenyuh dengan perjuangan mereka untuk dapat berpartisipasi dalam Porseni.

Penggunaan kata-kata novel ini dapat menumbuhkan emosi pembaca. Novel ini juga mengajarkan kita untuk bersyukur, terus berusaha, dan berjuang hingga akhir. Dan bagaimana kita mengubah nasib, karena takdir urusan Tuhan. Kita hanya bisa menerima dengan ikhlas dan lapang. [teks dan foto: @saesherra]

One thought on “Jurai: Perjuangan Hidup Demi Perubahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s