Megahnya Klenteng Kong Miao

SO_TRAVEL_TMII

Travel kali ini adalah jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Selain menawarkan keindahan aneka ragaman budaya Indonesia, ternyata di dalam TMII terdapat Klenteng, tempat Ibadat Agama Khonghucu.

TMII didirikan pada tanggal 20 April 1975 oleh Ibu Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto atau lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Tujuan dibangunnya monumen ini adalah untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia dalam wujud yang mini.

Biaya masuk kedalam TMII, untuk mobil Rp 10.000, motor Rp 6000 dan Dewasa Rp 9000. Namun, untuk biaya masuk ke museum-museum tertentu tarifnya berbeda-beda. Hanya saja untuk mengunjungi Rumah Adat tidak dikenakan biaya.

Di dalam TMII digambarkan seluruh keragaman Indonesia secara menyeluruh. Rumah-rumah adat yang dibuat seperti aslinya, termasuk keragaman agama. Berbagai rumah ibadat dan keyakinan yang banyak dipeluk penduduk Indonesia ditampilkan dalam satu area khusus secara berderet seperti Masjid, Gereja, Pura, Vihara dan Sasana Adirasa.

Kemudian pada tanggal 2 Februari 2009 mulai dilakukan pembangunan Klenteng Kong Miao atau Rumah Ibadat Agama Khonghucu. Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H.M. Maftuh Basyuni dan mulai diresmikan oleh Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 Desember 2010.

Di dalam Klenteng ini terdapat 3 bangunan dengan nama dan arti yang berbeda-beda, yakni Tian Tan, Da Cheng Dian, dan Qi Fu Dian. Tian Tan merupakan Altar Suci untuk Bersujud atau Bersembah kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa. Bangunan ini berbentuk bundar yang merupakan lambang Tuhan (Kesempurnaan), dengan beratap tiga susun, yang melambangkan Tian (Tuhan, atap paling atas), Ren (Manusia, atap bagian tengah), dan Di (Bumi atau Alam Semesta, atap paling bawah). Di atas atap bangunan ada cungkup berwarna emas yang melambangkan Puncak Kebajikan yang Bercahaya (Cemerlang).

Da Cheng Dian adalah Klenteng Nabi Agung (Kong Zi, Khongcu, dan Khonghucu). Bangunan ini terdiri atas 2 lantai. Lantai satu atau semi basement, digunakan untuk ruangan kantor dan perpustakaan, sedangkan lantai dua berisi Altar Tian, Altar Nabi Agung Kong Zi dan tempat untuk Kebaktian. Bentuk bangunan empat persegi panjang melambangkan manusia (Ren).

Qi Fu Dian adalah Klenteng untuk Keberkahan. Di dalamnya terdapat Altar untuk menghormati Para Suci, baik berupa spirit malaikat, para leluhur atau tokoh suci jaman dahulu. Di samping kanan bangunan terdapat satu bangunan klenteng kecil yang bernama Zao Jun Dong, yang merupakan bagian tak terlepaskan dari bangunan Qi Fu Dian.

Pada hari biasa Klenteng Kong Miaobukadari jam 9 sampai jam 4 sore namun pada hari sabtu dan minggu tutup jam setengah 5 sore. Jika ingin berfoto di dalam klenteng ini Anda tidak di pungut biaya apapun. Klenteng ini aktif dan terbuka untuk siapapun yang akan beribadah, walaupun bukan dari umat Khonghucu, asalkan Anda yakin akan beribadah di sini. Biasanya, Klenteng ini digunakan untuk kebaktian pada malam Ce It dan malam Cap Go Meh yang dimulai dari pukul 7 malam sampai pukul 9 malam. [teks dan foto: @PrastikaAjeng]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s