Pemalas yang Happy

SO_PROFILE_RINGGOSiapa bilang pemalas tidak bisa meraih kesuksesan? Pemalas sekaligus penyiar di salah satu radio di Bandung ini, memiliki cara tersendiri untuk menjalankan pekerjaannya di dunia entertainment. Berawal dari pertemuannya dengan sutradara kondang, Hanung Bramantyo, membuat namanya melesat hingga dikenal banyak orang. Ringgo. Begitu ia biasa disapa.

Sebelum kami akhirnya bisa bertemu hingga mewawancarai pria yang menyebut dirinya pemalas ini, kami mendatangi kediamannya yang terletak di daerah Jagakarsa untuk membuat janji. Pada saat itu, kami hanya bertemu dengan temannya. Kemudian, dengan baik hati, mereka mencoba menghubungi pria kelahiran 12 Agustus 1982 ini. Dan temannya memberikan handphone nya kepada kami untuk berbicara langsung dengan Ringgo.

Tanpa kami sangka, ia meminta kami untuk menunggu sebentar karena kebetulan ia sedang berada di perjalanan menuju kediamannya. Dengan senang hati kami menunggunya sampai ia tiba. Kami tidak menunggu di rumahnya, namun di gang yang terhubung langsung ke jalan raya. Disela-sela menunggu, kami sempat bingung tentang apa yang akan kami tanyakan. Hal apa yang menarik untuk menjadi pertanyaan.

Belum mendapatkan jawaban, kami putuskan untuk kembali. Ternyata Ringgo sudah tiba. Perasaan panik, takut, dan grogi bercampur aduk. Tanpa pikir panjang, kami mengucap salam dan masuk. Pria yang lahir di Purwakarta ini menyilahkan kami untuk duduk senyamannya.

Unik dan nyaman. Itulah kesan pertama kami setelah masuk ke dalam rumahnya. Ada gambar tentara yang digambar di dinding sebelah televisi, hingga coret-coretan kapur berisi tulisan menghiasi dinding ruang makan. Bisa disebut, interiornya didesain secara minimalis. Kami pun ditawarkan minum. Tapi hanya air putih lah yang dapat menghilangkan dahaga kami.

Dengan perawakannya yang lucu, ia menanyakan mengapa kami ingin menemuinya. Akhirnya kami menjelaskan tujuan kami kesana. Kocak dan ramah. Itulah yang kami pikir tentang Ringgo. Setelah perkenalan, kami langsung merekam suara dengan handphone. Wawancara kami lakukan seraya duduk lesehan. Diselingi juga dengan guyonan Ringgo yang menimbulkan canda tawa. Berikut hasil wawancara SpeedOne dengan pria yang mengaku tidak punya cita-cita sejak kecil.

Apa yang membuat Anda tertarik masuk ke dunia entertainment?

Awalnya karena dunia lain, di luar entertainment, tidak ada yang mau kasih saya kerjaan. Dan karena di dunia luar entertainment, susah nyari kerjaannya. Jadi, tidak ada pilihan, saya masuk saja di dunia entertainment karena yang mau kasih uang cuma di sana. Di dunia lain, ga ada yang mau kasih saya uang.

Apa kesibukan Anda sekarang?

Saya mempersiapkan untuk film Get Married 4. Selebihnya, saya suka menghabiskan waktu dirumah. Saya suka diving dan motor.

Apa persiapan untuk film baru?

Yang disiapkan itu yaa, bacaan script. Enaknya Get Married itu ketemu temen-temen lama, kayak Desta, Aming, dan Nirina. Di luar itu, kita teman dekat gara-gara film Get Married pertama.

Kalau bisa memilih, penyiar atau pemain film?

Kalau jadi penyiar, mudah “menipu” pendengar. Hahaha.. pakai baju apa, ga usah mikirin, mau pakai celana pendek, mau telanjang kek, modalnya cuma suara sama speaker. Kalau muka keliatan, kelar. Hahaha.. Kalau di TV, mau suara kayak gimana juga, mukanya kelihatan. Lebih enak siaran. Siaran bisa melatih pikiran biar kreatif.

Biasanya, tiap public figure punya ciri khas. Apakah logat Sunda Anda pun merupakan ciri khas tersendiri?

Mungkin itu karena saya lahir dan besar di Bandung. Saya ke Jakarta baru 8 tahun lalu. Jadi, logat sunda nya kental. Bukannya mau menciri-khas-kan atau ingin dilihat orang. Saya hanya mau mengerjakan pekerjaan saya.

Bagaimana konsistensi Anda di dunia entertainment?

Ga ada taktik, ga ada rencana, cuma dikerjakan saja. Kalau ada tawaran, saya liat dulu kerjaannya. Kalau nyaman, saya akan ambil. Kalau ga nyaman, saya ga ambil. Dan ga melihat uang-nya juga. Saya maunya santai, masih bisa liburan dan senang-senang. Kalau misalnya akan sibuk setiap hari, uang banyak, saya ga mau. capek.. Saya suka lihat kesempatan di depan mata, itu yang saya ambil. Saya ga percaya sama keberuntungan. Saya cuma hoki. Saya cuma percaya, keberuntungan itu jatuh di tangan orang yang tepat.

Kalau misalnya ada orang yang bilang, “apa kunci sukses?” kerja keras. Semua orang ngomong kerja keras. Itu udah bukan jamannya. Semua orang tuh kerja keras. Orang yang menyapu di jalan dengan orang yang kerja di ruangan ac setiap harinya, juga sama-sama kerja keras. Yang paling penting adalah kerja smart. Saya tuh pemalas sekali. Tapi, kalau disuruh mengerjakan apa yang disuka, saya kerjain. Jadi, saya pikir saya ga pernah rajin. Saya mau jadi pemalas. Pemalas yang ga bisa diganggu, pemalas yang bisa mengerjakan apa saja. Dan saya pikir, semua hal di dunia ini diciptakan oleh pemalas. Orang malas jalan kaki, maka diciptakan mobil. Orang malas mondar-mandir ke TV, diciptakan remote. Kenapa saya mau kerja? Karena saya mau bekerja supaya punya uang buat malas.

Apa yang Anda lakukan ketika ada waktu luang?

Jalan-jalan pakai motor dan ketemu teman-teman. Tapi, lebih sering diving sih atau diam aja di rumah sambil nonton TV.

Sejak kapan Anda suka diving?

Sejak tahun lalu gara-gara diajak teman. Setelah nyobain sekali, langsung ketagihan. Sekarang, tiap kerjaan selesai, langsung diving.

Di mana pertama kali mencoba diving?

Di Kepulauan Seribu. Dari sana, saya keliling Indonesia nyari spot tempat diving.

Setelah ini, apa ada hal baru yang ingin dicoba?

Mungkin mau coba direct.. karena saya dulu pernah bikin film pendek. Dan saya masih ingin direct film atau iklan. Waktu itu saya pernah buat film pendek, Mengejar Untung. Film itu menang di LA Indie Movie.  Saya dapat piala terfavorit.

Kalau ada kesempatan untuk direct film, film apa yang mau di direct?

Yang sepertinya masih mungkin, saya inginnya komedi romantis aja. [teks: @saesherra]

One thought on “Pemalas yang Happy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s