Jalan-jalan dan Belajar di Ibukota

SO_TRAVEL_JAKARTA5Selain menjadi kota megapolitan, Jakarta merupakan kota incaran para pendatang yang ingin mengadu nasib. Sebelum menjadi Jakarta, nama kota yang penduduknya terdiri dari beberapa etnis ini selalu berganti, mulai dari Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia (1619-1942), hingga Djakarta (1942-1972). Kota yang merayakan hari jadinya pada 22 Juni ini juga menjadi tujuan para wisatawan. Ibukota Indonesia ini memiliki banyak tempat wisata yang dapat Anda kunjungi di beberapa wilayah Jakarta. Berikut tempat-tempat yang dapat menjadi pilihan Anda mengisi liburan.SO_TRAVEL_JAKARTA
1. Monumen Nasional
Monumen yang bertujuan untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan ini, bisa menjadi pilihan yang menarik bagi Anda yang bertandang ke Jakarta. Terdapat banyak diorama perjuangan bangsa Indonesia dan perkembangan bangsa di bagian bawah monumen. Anda juga dapat mendengar suara rekaman pnaskah proklamasi oleh presiden pertama, Soekarno di Ruang Proklamasi. Monumen Nasional atau yang biasa disebut Monas, memiliki tinggi 132 meter. Pemandangan Kota Jakarta bisa dilihat dari puncaknya. Siapkan pula kamera untuk mengabadikan momen keindahannya. Tiket masuk Landmark kota Jakarta ini berkisar Rp 3.000 hingga Rp 15.000. Mahasiswa dan pelajar pun dapat membawa kartu indentitasnya untuk mendapat tarif yang sesuai.

SO_TRAVEL_JAKARTA22. Museum Nasional
Museum ini terletak tepat di seberang halte trans Jakarta Monumen Nasional, tepatnya di Jalan Merdeka Barat no. 12. Museum yang merupakan sebuah warisan kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1862. Anda bisa menemukan 140.000 koleksi yang terdiri dari koleksi prasejarah, arkeologi, keramik asing, etnografi, dan geografi. Museum Nasional biasa disebut juga Museum Gajah karena terdapat patung gajah dari perunggu dari Raja Thailand, Chulalongkorn (Rama V). Patung tersebut diletakkan di halaman museum. Anda juga bisa melihat koleksi dari kebudayaan Indonesia, mulai dari miniature rumah adat, alat musik, baju kuno, alat angkut tradisional, seperti perahu, patung-patung artefak, dan banyak koleksi budaya lainnya.

SO_TRAVEL_JAKARTA63. Museum Bahari
Museum ini didirikan pada tahun 1652 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda di Batavia. Di sana, Anda dapat mengetahui sejarah perniagaan Indonesia. Pada saat itu, tempat ini dijadikan sebagai gudang rempah-rempah VOC, seperti kopi, cengkeh, buah pala, lada, kayu manis, kayu putih, tembakau, kopra, daun teh, biji kopi dan lain-lain diangkut ke Eropa dan beberapa negara lain di dunia. Ratusan koleksi miniatur kapal-kapal dan perahu niaga tradisional terdapat disetiap lantainya. Museum yang buka pada puku 09.00 hingga pukul 15.00 ini, terletak di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara dari Hari Selasa hingga Minggu. [teks: @saesherra – foto: @withayuliandini]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s