Si Mayang Kedinginan

SO_KULINER_SELENDANG MAYANG2Jajanan khas betawi lama kelamaan sulit untuk ditemui. Seperti minuman yang satu ini, es selendang mayang. Memang asing ditelinga, tetapi tidak untuk masyarakat betawi.

Es selendang mayang adalah minuman khas betawi selain bir pletok. Selendang mayang sendiri terbuat dari sagu dan tepung beras yang direbus dan diberikan pewarna pasta hijau atau merah. Selendang mayang biasanya disajikan dengan campuran gula aren, santan, dan es. Oleh karena itulah disebut dengan es selendang mayang.

Perpaduan rasa manis, legit, gurih, dan dingin membuat sensasi yang berbeda dari es lainnya. Es yang satu ini sangat segar dan enak jika disantap pada siang hari. Selain itu, es selendang mayang juga dapat dijadikan sebagai penunda lapar.

Sakur (49), salah seorang penjual es selendang mayang yang ditemui di Setu Babakan mengatakan bahwa dahulu masyarakat betawi menyebut minuman ini dengan sebutan cendol parek. “Saya juga nggak tahu darimana bisa disebut selendang mayang, mungkin karena warnanya mirip dengan warna selendang,” ujarnya.

Es yang berwarna indah ini biasanya dijual oleh pedangang dengan cara dipikul dan berkeliling. Hanya dengan Rp. 7000 per porsinya Anda sudah bisa menikmati minuman segar khas betawi ini. Sulit memang untuk menemukannya, karena Anda hanya dapat menemukannya di Kota Tua, Jakarta Pusat dan Setu Babakan, Jakarta selatan. [teks: @luthppi –foto: source]

2 thoughts on “Si Mayang Kedinginan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s